Aki pertama di temukan di tahun1800 oleh fisikawan asal italia, a, Alessandro Volta, yang menciptakan baterai awal bernama Pile Voltaik. Sementara itu, jenis aki timbal-asam  yang menjadi cikal bakal aki kendaraan modern dikembangkan pada tahun 1859 oleh ilmuwan Prancis bernama

sejarah singkat penemuan aki

  • tahun 1800
    alessandro volta membuat batrai pertama dari lempengan perak dan seng
  • tahun 1859
    gaston plante menemukan aki timbal asam yang di ulang

pengunaan kendaraan

jenis akit timbal asam inilah yang kemudian menjadi standar global untuk kendaraan bermotor hingaa saat ini

Dalam dunia bernama kendaraan bermotor, aki menjadi salah satu komponen penting namun sering diabaikan. Bisa jadi karena jarang bermasalah kecuali setrumnya habis. Alhasil, lokasinya pun di tempat yang tak biasa. Bahkan di kendaraan roda dua, tak semua orang bisa langsung melihat aki motor.

Sebagai alat penyimpan tenaga listrik arus searah (DC), komponen ini menjadi penyuplai sistem kelistrikan kendaraan bermotor. Jika ngadat, mobil tak bisa distarter secara normal.

Aki, accu, atau dikenal dengan lead acid batrey, ditemukan pertama kali di dunia pada tahun 1800 oleh Alessandro Volta yang dilahirkan di Como, Italia tahun 1745. Temuan Volta yang dikenal dengan  voltaic pile itu sebenarnya masih sangat sederhana.

Voltaic pile terdiri atas dua lempeng logam (yang satu seng dan lainnya tembaga), yang dicelup dalam larutan asam sulfat sebagai elektrolit pengantar elektron. Sengnya bertindak sebagai kutub (elektroda) negatif dan tembaganya sebagai kutub (elektroda) positif. Ketika kedua elektroda itu dihubungkan dengan kawat, akan timbul arus listrik.

Penyempurnaan dilakukan oleh ahli fisika kelahiran Orthez, Prancis, Raymond Gaston, pada 1859, yang menemukan lead-acid batterry yang bisa diisi ulang berkali-kali (recharge). Plante pun mulai merancang sebuah baterai yang dapat menyimpan tenaga listrik yang dapat dipergunakan.

Selanjutnya, pada 1880 Emile Alphonse Faure dari Prancis, mengembangkan proses pelapisan plat timah dengan pasta yang terbuat dari serbuk timah dan asam sulfat. Ini menjadi terobosan besar dalam menuju industri pembuatan lead-acid battery.

Pada 1881, J.S Sellon, mengajukan paten berupa rancangan pasta yang dilapiskan pada plat berlubang, bukan pada plat tanpa lubang. Dengan begitu pasta melekat lebih baik pada plat timah dibanding dengan temuan Faure. Tapi Sellon masih menggunakan plat antimoni.

Pada tahun yang sama Volmar mengembangkan proses yang sama dengan Sellon tapi dengan menggunakan plat timah yang berkisi-kisi.

Lead-acid battery berubah hanya sedikit saja sejak 1880, terutama pada material kemasan dan sistem produksi, yang lebih meningkatkan daya simpan listriknya, memperpanjang umurnya dan lebih bisa diandalkan, tetapi prinsip kerja baterry sampai sekarang masih tetap sama dengan ketika pertama kali ditemukan.

                                                                          Baca Artikel Selanjutnya : Motor Listrik

  • Perkembangan Aki Nikel-Kadmium (1899)
    Pada akhir abad ke-19, Waldemar Jungner dari Swedia menciptakan aki nikel-kadmium [NiCd].  Aki ini menjadi populer karena daya tahan yang lebih baik dan kemampuan pengisian ulang. Namun, NiCd memiliki masalah lingkungan karena mengandung kadmium beracun.
  • Era Aki Timbal-Asam (Abad ke-20)
    Selama abad ke-20, aki timbal-asam mendominasi pasar. Mereka digunakan dalam kendaraan, pesawat, perangkat listrik, dan telekomunikasi. Teknologi ini terus berkembang, dengan aki yang lebih efisien dan tahan lama.
  • Aki Rechargeable Modern (Abad ke-21)
    Abad ke-21 membawa revolusi dalam teknologi aki. Aki litium-ion (Li-ion) menjadi pilihan utama dalam perangkat elektronik portabel dan kendaraan listrik. Mereka lebih ringan, memiliki energi yang lebih tinggi, dan tidak memiliki efek memori seperti aki NiCd.